Home
Nov
04
2007
|
Written by Surjorimba Suroto
|
|
Sunday, 04 November 2007 |
(2003/ InsideOutMusic) http://www.nealmorse.com
Album solo ketiga, dan album solo pertama sejak NEAL MORSE hengkang dari Spock’s Beard, membuat banyak orang penasaran dan bertanya-tanya: seperti apa musik Neal Morse sekarang? Dua keping CD (dan satu bonus disc) dari album Testimony menjawab segalanya. Seperti yang kita sudah ketahui bersama, pendiri-komposer-vokalis-gitaris-kibordis-dramer Spock’s Beard ini mengundurkan diri tidak lama setelah album Snow dirilis. Alasan yang diberikan adalah Morse ingin menekuni bidang agama. Saat itu tidak jelas apa yang dimaksud dengan ‘menekuni bidang agama’ ini. Ada yang mengira Morse menjadi pastur. Ada yang mengatakan dia sekedar menjadi pemeluk agama yang taat. Dsb dsb. Ada juga yang meragukan keinginan Morse untuk mengundurkan diri dari blantika musik sepenuhnya. Tapi album Testimony menjawab itu semua.
Terdiri dari 5 bagian dengan total durasi hampir 145 menit berkisah tentang perjalanan hidup seorang manusia mencari Tuhan. Seakan-akan inilah biografi Neal Morse tentang ‘pengakuannya’ mencari arti kehidupan. Part I terdiri dari 9 lagu (41:08) mengisahkan awal perjalanan Morse. Dimulai dari lagu pembuka The Land of Beginning Again yang berkisah tentang beratnya seorang Morse saat memutuskan untuk meninggalkan Spock’s Beard dan segala urusan duniawi. Bagian pertama ini lebih banyak bercerita tentang keraguan, kehilangan, pertanyaan, pencarian tak kunjung henti dan kehampaan atas hidup yang dijalani ini.
Part II terdiri dari 6 lagu (31:38) berkisah tentang masa transisi Morse beralih menekuni bidang agama serta segala kegundahan yang akhirnya semakin memantapkan pendirian Morse untuk meninggalkan keduniawian. Part III terdiri dari 3 lagu (12:06) berkisah tentang pengalaman yang dialami saat mulai menekuni agama. Betapa Morse merasa bahagia mendapatkan banyak jawaban.
Part IV terdiri dari 6 lagu (28:19) berkisah tentang puasnya dia bahwa keputusan mencari Tuhan adalah keputusan yang tidak dia sesali. Morse menemukan arti kehidupan yang baru dan kini hidupnya lebih bermakna. Part V terdiri dari 5 lagu (10:33) lebih banyak bercerita tentang tekadnya untuk terus menjalani kehidupan nya seperti sekarang ini.
Dalam Testimony, NEAL MORSE banyak dibantu musisi lain diantaranya Kerry Livgren (mantan KANSAS yang juga memilih jalan yang sama seperti Morse) serta Mike Portnoy (DREAM THEATER). Tentu saja masih banyak musisi lainnya, namun nyaris semua instrumen dimainkan oleh Morse seorang.
Lalu seperti apa musiknya? Tidak diragukan lagi musiknya ya musik SPOCK’S BEARD. Persis seperti era V atau Snow. Perbedaannya hanya pada kualitas para musisinya. Walaupun semasa Spock’s Beard Morse menjadi tulang punggung, rekan2nya di Spock’s Beard memiliki andil yang sangat besar. Terasa kemampuan Ryo Okumoto, Nick d’Virgilio dll dalam mengeksploitasi kreativitas, musikalitas dan kehandalan (istilah pak Gatot: pamer skill :) membuat musik Spock’s Beard terasa lebih berbobot dan lebih ramai dibanding solo album NEAL MORSE ini. Tentu saja perbedaan lain adalah lirik yang religius di album Testimony ini. Tapi banyak juga musik instrumental luar biasa dahsyat. Instrumental yang banyak ini saja sudah lebih dari cukup untuk mengagumi album Testimony.
Kemasan Testimony juga sangat menarik. Dikemas seperti halnya box ala Spock’s Beard album Snow dan Feel Euphoria, atau Steve Hackett album Live Archives, dua keping CD tetap ditempatkan dalam standar jewel case dengan bungkus karton. Ini masih ditambah dengan leaflet pengantar dari Neal Morse dan sebuah bonus disc berisi lagu cover dari Moody Blues berjudul Tuesday Afternoon. Kesemuanya itu disimpan rapi dalam box berwarna putih.
Buat yang pengen kemasan special limited edition ini, buruan! Sekali habis stok, ngga bakal deh diproduksi lagi :):) |
|
|